PRINSIP-PRINSIP MULTIMEDIA
PEMBELAJARAN
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan
media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat
pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik
(Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan
motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup
kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi
merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi
tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta
didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran
dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap
materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi
pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat
dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan
terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka
perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus
diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi
interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta
didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi
pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu
menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses
belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat
menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya.
Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap
kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Prinsip-prinsip tersebut di atas dapat
diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran
interaktif dan web pembelajaran.
Hasil penelitian yang
dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita
memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju,
dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah
teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia
pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.
12 Prinsip
Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1.
Prinsip Multimedia
Orang belajar
lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena
dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks,
gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu
kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi
single-media.
2.
Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar
lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan
apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada
gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi
dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar
tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3.
Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar
lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan
dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda
ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks,
misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama
lain. Begitu kata Mayer.
4.
Prinsip Koherensi
Orang belajar
lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan
tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali
pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk
mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi,
menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan
relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5.
Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar
lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus
teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah
ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6.
Prinsip Redudansi
Orang belajar
lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi,
narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan
redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah
tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7.
Prinsip Personalisasi
Orang belajar
lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational)
daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan
kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu,
sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8.
Prinsip Interaktivitas
Orang belajar
lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya
(manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak
selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat
dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus
memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu
sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan
sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang
konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan
tingkat interaktivitas makin tinggi.
9.
Prinsip Sinyal
Orang belajar
lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang
relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan
lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of
interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting
sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10.
Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip
tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi,
kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11.
Prinsip
Praktek
Interaksi
adalah hal terbaik untuk belajar, kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat
meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang
sedang dipelajari.
12.
Pengandaian
Menjelaskan
materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari
animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi
antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara
efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar
Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Prinsip-prinsip pemilihan media
pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan
media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar
mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan
atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut
Rumampuk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah:
1)
harus diketahui dengan jelas media itu
dipilih untuk tujuan apa.
2)
pemilihan media hams secara objektif,
bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan
atau hiburan. pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan
untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa.
3)
tidak ada satu pun media dipakai untuk
mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk
menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara
tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu
4)
pemilihan media hendaknya disesuaikan
dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian
yang integral dalam proses belajar mengajar
5)
untuk dapat memilih media dengan tepat,
guru hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media.
6)
pemilihan media hendaknya disesuaikan
dengan kondisi fisik lingkungan.
Sedangkan
Ibrahim (1991:24) menyatakan beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk
memilih media pembelajaran, antara lain:
1)
sebelum memilih media pembelajaran,
guru harus menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk
mencapai semua tujuan. masing-masing media mempunyai kelebihan dan kelemahan.
penggunaan berbagai macam media pembelaiaran yang disusun secara serasi dalam
proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran
2)
pemilihan media hendaknya dilakukan
secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan
efektivitas belajar siswa, bukan karena kesenangan guru atau sekedar sebagai
selingan
3)
pernilihan media hendaknya
memperhatikan syarat-syarat (a) sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai, (b) ketersediaan bahan media, (c) biaya pengadaan, dan (d) kualitas
atau mutu teknik.
Berikutnya Brown, Lewis, dan Harcleroad
(1983: 76-77) menyatakan bahwa dalam memilih media kriterianya sebagai
berikut:
1.
Isi
5. Kualitas teknis
2.
Tujuan
6. Keadaan Penggunaan
3.
Appropriatness
7. Verifikasi Pelajar
4.
Biaya
8. Validasi
Menurut Asyhar (2011:82), prinsip
pemilihan media adalah sebagai berikut :
1)
Kesesuaian, media yang dipilih harus
sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik dan materi yang
dipelajari, serta metode atau pengalaman belajar yang diberikan pada peserta
didik.
2)
Kejelasan sajian, materi yang disajikan
dalam media pembelajaran harus jelas dengan menggunakan kata – kata yang tepat,
variasi huruf dan warna yang jelas sehingga lebih mudah untuk dipahami siswa
3)
Kemudahan akses, dalam pembuatan media pembelajaran
juga harus diperhatikan bagaimana akses atau perangkat yang mendukung media
tersebut agar tidak menjadi kendala dalam penggunaannya
4)
Keterjangkauan, dalam hal ini berkaitan
dengan biaya yang akan dikeluarkan dalam pembuatan media. Media yang dibuat
harus disesuaikan dengan kemampuan si pembuatnya.
5)
Ketersediaan, hal ini perlu
dipertimbangkan dalam memilih media. Jadi harus tersedia media pengganti jika
suatu media yang akan digunakan tidak tersedia
6)
Kualitas, Dalam hal ini sebaiknya
dipilih media yang berkualitas tinggi.
7)
Ada alternatif, bahwa guru tidak hanya
tergantung pada media tertentu saja tapi harus kreatif dan inovatif dalam
melakukan pemilihan dan pengadaan media pembelajaran
8)
Interaktifitas, media yang baik adalah
media yang dapat memberikan komunikasi dua arah secara interaktif
9)
Organisasi, dalam pembuatan media juga
harus mendapat dukungan organisasi yang terkait.
10)
Kebaruan, semakin baru media yang
digunakan semakin baik dan menarik bagi siswa.
11)
Berorientasi siswa, perlu
dipertimbangkan keuntungan dan kemudahan apa yang akan diperoleh siswa dengan
media tersebut.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran adalah:
1)
media yang dipilih harus sesuai dengan
tujuan dan materi pelajaran, metode mengajar yang digunakan serta karakteristik
siswa yang belajar (tingkat pengetahuan siswa, bahasa siswa, dan jumlah siswa
yang belajar)
2)
untuk dapat memilih media dengan tepat,
guru harus mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media pembelajaran
3)
pemilihan media pembelajaran harus
berorientasi pada siswa yang belajar, artinya pemilihan media untuk
meningkatkan efektivitas belajar siswa
4)
pemilihan media harus mempertimbangkan
biaya pengadaan, ketersediaan bahan media, mutu media, dan lingkungan fisik
tempat siswa belajar
PERMASALAHAN
:
1.
Jelaskan
mengapa prinsip-prinsip multimedia pembelajaran sangat diperlukan?
2.
Penggunaan
media pembelajaran tidak akan menggantikan peranan guru dalam proses
pembelajaran, mengapa demikian? jelaskan
!
3. Jelaskan hubungan antara prinsip
multimedia pembelajaran dengan pemilihan media yang digunakan?
Saya akan membantu menjawab permasalan nomor 3
BalasHapusDalam pemilihan media, dia harus sesuai dengan karakteristik materi yang akan di ajarkan, sehingga dengan adanya media mampu membantu mempercepat belajar dengan hasil yang lebih baik. Media harus didukung oleh fasilitas yang ada dan dapat dioperasionalkan dengan baik oleh pemakainya dan media yang di pilih itu hendaknya tidak memberatkan ( dilihat dari segi biaya ), mudah digunakan, dan dapat dipakai berulang ulang. Jadi, agar proses belaajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar, guru hendaknya menggunakan media pengajaran, sehingga susunan belajar yang diciptakan dikelas dapat lebih menarik perhatian siswa, dan guru harus memberikan peluang atau waktu kepada siswa agar dapat berargumentasi atau mengeluarkan idea tau wawasan yang dimilikinya.
saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1.
BalasHapusDalam pembelajaran pesan-pesan komunikasi seperti verbal dan buku cetak menjadi alat utama untuk menyampaikan ide-ide atau konsep kepada peserta didik. Pesan verbal dalam pembelajaran memang mampu menjadi alat berkomunikasi yang sangat praktis pada manusia. Akan tetapi pesan verbal saja memiliki keterbatasan seperti adanya rasa bosan, dan kurang tertangkapnya konsep dengan jelas. Salah satu cara agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan menarik yaitu dengan menggunakan multimedia.
Dengan menggunakan multimedia informasi dari guru dapat tersampaikan dengan cara yang lebih bermakna kepada peserta didik. Terdapat banyak teknologi yang tersedia untuk membuat program multimedia yang inovatif dan interaktif. Program multimedia dapat meningkatkan kinerja peserta didik, menyajikan pengetahuan mereka dalam berbagai cara, memecahkan masalah, dan membangun pengetahuan. Pembelajaran berbasis multimedia didasarkan pada ide bahwa pesan-pesan pembelajaran harus dirancang sejalan dengan bagaimana otak manusia bekerja.
disini saya akan menjawab permasalahan no. 2 . mengapa media tidak dapat menggantikan peran guru dalam pembelajaran yaitu karena memang Proses pembelajaran itu akan berjalan saat guru dapat menguasai kondisi kelas dan memfokuskan perhatian siswa. Adapun penggunaan media itu sendiri hanya sebagai suatu alat atau medium agar siswa dapat mempelajari dan memahami serta mengembangkan pemikiran kognitif nya untuk mengkonstruk suatu ilmu pengetahuan , dimana siswa telah memiliki kemampuan awal dan diharapkan media yang disampaikan oleh guru itu secara tepat membantu keberhasilan siswa dalam belajar. selain itu peran guru memang sebagai fasilitator sehingga semua yang di butuhkan siswa, guru wajib memberikan atau mengajarkannya.
BalasHapus