Kamis, 10 Mei 2018

Multimedia Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0


Multimedia Pembelajaran Di Era Revolusi Industri 4.0


Pada zaman dahulu, informasi hanya disampaikan atau disebarluaskan melalui satu media saja. Seperti contohnya, pada tahun 1907, Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo menjadi pendiri surat kabar pertama di Indonesia yang diperuntukan bagi kalangan pribumi yang bernama Medan Prijaji. Medan Prijaji menjadi jurnalisme advokasi pertama milik pribumi yang berisi kasus perampasan tanah yang dilakukan oleh kononial maupun ketidakadilan lain terhadap pribumi di Indonesia.
 Medan Prijaji pun menjadi koran pertama yang menampung suara pribumi dan menjadi kritik pedas bagi pemerintah kolonial. Selain itu, surat kabar ini juga menjadi tujuan pengaduan akhir kasus pribumi yang diperlakukan tidak adil oleh kekuasaan. Surat kabar atau koran menyebarkan informasi hanya dalam bentuk teks dan gambar saja. Namun hal ini tampak berbanding terbalik dengan situasi zaman sekarang, di mana orang-orang mulai menggabungkan berbagai media sebagai alat atau sarana mereka dalam menyampaikan informasi tertentu.
Kehadiran multimedia pun dianggap membawa suatu kebaruan di kehidupan masyarakat yang turut mengikuti berbagai kebutuhan masyarakat masa kini. Tidak hanya para pekerja media saja yang dapat memanfaatkan multimedia sebagai alat atau sarana penyampai berbagai pesan atau informasi bagi publik. Namun, saat ini pun setiap orang juga dapat memanfaatkan multimedia untuk membagikan pesan atau informasi yang dihasilkannya kepada publik. Selain untuk menarik minat setiap orang yang menggunakannya untuk menghasilkan dan berbagi informasi, multimedia juga menarik indera kita karena multimedia menggabungkan antara gambar, suara, dan gerakan.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa multimedia merupakan suatu kombinasi berbagai media yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah berbagai aktivitas di keseharian kita. Multimedia memberikan suatu pengalaman baru yang berbeda dalam menyampaikan informasi. Kekuatan pengaruhnya terhadap berbagai aspek di kehidupan kita pun luar biasa besar. Entah sudah berapa banyak manfaat multimedia yang berpengaruh bagi berbagai aspek di kehidupan kita.
Multimedia merupakan temuan baru yang sangat penting. Adanya multimedia, sebuah artikel yang biasanya hanya berisi teks yang semula membosankan, dapat menjadi lebih menarik ketika disertai konten-konten lain, seperti gambar, grafis, suara, animasi, bahkan video. Kehadiran atau keberadaan suatu hal tentunya selalu membawa dampak positif maupun negatif, sama halnya dengan multimedia. 
Aplikasi multimedia dalam bidang ini mengub?ah proses belajar mengajar yang konvensional menjadi lebih menarik dan interaktif, sehingga proses belajar – mengajar tidak terlalu monoton seperti selama ini yang dilakukan di sekolah-sekolah pada umumnya. Contohnya seperti aplikasi multimedia untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak – anak. Aplikasi tersebut dapat disisipkan animasi – animasi yang tentunya menarik bagi anak-anak sehingga dapat membantu meningkatkan minat mereka dalam membaca maupun belajar hal lainnya.


Permasalahan
1.      Kenapa Revolusi industri berpengaruh  pada pendidikan ?
2.      Bagaimana pengaruh revolusi ini terhadap multmedia pembelajaran ?
3.      Apakah hubungan multimedia dengan revolusi ini ?

Sabtu, 05 Mei 2018

Presentasi e-Learning Kimia Hasil Pengembangan Bagian II


Terimakasih atas pertanyaan teman-teman pada postingan sebelumnya, yaitu pada presentasi e-learning kimia hasil pengembangan bagian IPertanyaan yang ada pada postingan tersebut, saya akan coba menjawabnya melalui postingan kali ini.
Apakah yang dimaksud laju reaksi tingkat nol ?
Jawab : reaksi berorde nol artinya laju reaksi tidak dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi reaktan (pereaksi)

Jika terdapat reaksi :
A (g) + 2B (g) à AB2 (g)
Kenapa keniakan suhu dapat mempercepat laju reaksi?
Suhu adalah bentuk energy yang dapat diserap oleh masing masing molekul perekasi. Ketika suhu zat zat yang akan bereaksi ditingkatkan, maka energy partikel akan semakin besar. Energy ini digunakan oleh molekul molekul pereaksi untuk bergerak lebih cepat. Jadi adanya kenaikan suhu akan mengakibatkan gerakan molekul pereaksi menjadi lebih cepat. Bayangkan saja dua mobil yang melaju cepat pada kondisi lalu lintas yang ramai, maka resiko tabrakan yang terjadi akan semakin besar. Tabarkan yang terjadi juga akan menghancurkan kedua mobil karena laju mereka yang cepat. 

Hal ini juga berlaku pada molekul pereaksi. Peningkatan suhu akan mengakibatkan energy kinetic kinetic partikel meningkat, akibatnya pergerakan molekul akan semakin cepat. Gerakan molekul yang semakin cepat juga akan meningkatkan jumlah tumbukan yang terjadi antar partikel. Jika terjadi tumbukan, maka energy tumbukan akan cukup besar untuk memungkinkan terjadinya reaksi antara kedua molekul. Artinya tumbukan efektif akan semakin banyak terjadi. Hal ini tentu akan mengakibatkan reaksi akan berlangsung lebih cepat.


“Suhu tinggi = energy kinetic partikel meningkat = semakin banyak tumbukan efektif yang terjadi antar partikel = laju reaksi meningkat”

Pada umumnya, setiap kenaikan suhu 100C, maka laju reaksi akan menjadi dua kali lebih cepat. Dengan menggunakan hubungan ini, jika laju awal reaksi pada suhu tertentu diketahui, maka kita dapat meramalkan berapa besar laju reaksi lain jika suhunya ditingkatkan. 
suatu reaksi berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan suhu 20 derajat celcius. Jika pada suhu 30 derajat reaksi berlangsung 3 menit, pada suhu 90 derajat, berapa lama reaksi akan berlangsung?
Pertama yang kita harus ingat, bahwa suhu akan mempercepat laju reaksi. Reaksi cepat, maka waktu tempuh reaksi akan semakin sedikit. Jadi jawaban option A dan B pasti salah, karena pada soal suhunya meningkat maka reaksi akan berlangsung lebih cepat dari 3 menit. 

Diketahui : 
n = 3 
T1 = 30 derajat celcius
T2 = 90 derajat celcius
∆T = 90 – 30 = 60
t1 = 3 menit
t2 = . . . . .?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJsm9EF7v7NK0_EY2l8pH1IKs0Asf7L8iMTeXSfN1_Y2mOzIbS4jJ0SBOCKeiqUMVFTjfgUCjEn-NQDKH0s9CnEKj87GfDhHyHmG4AwX4_92-4pZpH6jrmqJHOBsrw7yfaqIpa5YBKSJKS/s1600/Soal+4.JPG
jika diketahui setiap 15°C laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat dari mula-mula. Jika pada suhu 30°C  reaksi berlangsung 12 menit, tentukan waktu reaksi pada suhu 75°C?

Harga tetapan laju reaksi bertambah dua kali lipat jika suhu dinaikkan 100C. pada suhu 400C reaksi A + B → C mempunyai harga laju reaksi x mol/L det. Jika reaksi berlangsung pada suhu 100C dan 800C, berapakah laju reaksi berturut turut?
PENYELESAIAN :
Ayo bagaimana jawabnya??? Yang diketahui meningkat itu adalah konstanta laju reaksinya bukan laju reaksinya. Yang bingung . . .mari perhatikan ya . . .

Pada suhu 400 C = laju reaksi = x
 CàReaksi : A + B
Persamaan umum laju reaksi = v = k [A]x [B]y = x

Harga k bertambah dua kali lipa setiap kenaikan suhu 100 C
Jika suhunya turun 100 C maka harga k nya tentu akan menjadi setengah kali semula.

Pada suhu 100 C = suhu turun 300 C
Maka harga k akan menjadi = 1/8 kali semula (setiap turun 100 maka harga k menjadi ½ kali semula = ½ x ½ x ½ = 1/8 )
Harga laju reaksi = v = 1/8 k [A]x [B]y = 1/8 x

Pada suhu 800 C = suhu naik 400 C
Maka harga k akan menjad = 16 kali semula (setiap naik 100 C maka harga k akan menjadi 2 kali semula = 2 x 2 x 2 x 2 = 16)
Harga laju reaksi = v = 16 k [A]x [B]y = 16 x
Pakai nalar juga bisa sebenarnya…. Jadi ini bukan cara buku yaa… umumnya soal seperti ini hanya ada dalam bentuk objektif saja….


Itulah pembahasan dari pertanyaan teman-teman yang terdapat pada postingan sebelumnya. Semoga dapat bermanfaat J

Dan agar lebih memahami mengenai materi ini yaitu tentang laju reaksi disini saya mengadakan latihan, jadi silahkan teman-teman  mengisinya dengan tepat dan benar ya. silahkan klik link ini  https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeTIUID1PyzVo9JQLgsenDPapWDkkTwu3YULMeS4u1SgVCIXw/viewform
Terakhir diisi pada tanggal 08 mei 2018

Saya mengharapkan komentar, pendapat, dan saran dari teman-teman mengenai e-learning kali ini melalui kolom komentar dibawah ini.
Terimakasih..

Jumat, 04 Mei 2018

Presentasi e-Learning Kimia Hasil Pengembangan Bagian I


Dalam postingan materi kali ini, saya akan memberikan kesempatan untuk pembaca artikel saya agar dapat berbagi informasi. Disini saya akan membagikan dan menjelaskan informasi mengenai materi Laju reaksi. Berikut ini tujuan pembelajaran laju reaksi:

1. Siswa dapat menjelaskan penerapan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari

2.    Siswa dapat menjelaskan terjadinya reaksi kimia

3.    Siswa dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi


4.    Siswa dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 


Laju reaksi
Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api adalah contoh reaksi yang cepat.
Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut kinetika kimia.

Definisi formal

Untuk reaksi kimia dapat ditulis :
aA+bB→pP+qQ{\displaystyle aA+bB\rightarrow pP+qQ}           
Dari reaksi kimia tersebut, dapat diketahui a, b, p, dan q adalah koefisien reaksi, dan A, B, P, dan Q adalah zat-zat yang terlibat dalam reaksi, laju reaksi dalam suatu sistem tertutup adalahv=−1ad[A]dt=−1bd[B]dt=1pd[P]dt=1qd[Q]dt{\displaystyle v=-{\frac {1}{a}}{\frac {d[A]}{dt}}=-{\frac {1}{b}}{\frac {d[B]}{dt}}={\frac {1}{p}}{\frac {d[P]}{dt}}={\frac {1}{q}}{\frac {d[Q]}{dt}}}
di mana [A], [B], [P], dan [Q] menyatakan konsentrasi zat-zat tersebut.

Faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Luas permukaan sentuh

Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.

Suhu

Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil. Suhu merupakan properti fisik dari materi yang kuantitatif mengungkapkan gagasan umum dari panas dan dingin.

Katalis

Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tetapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:
A+C→AC{\displaystyle A+C\rightarrow AC}B+AC→AB+C{\displaystyle B+AC\rightarrow AB+C}
Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi :
A+B+C→AB+C{\displaystyle A+B+C\rightarrow AB+C}
Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk produksi masalpolietilen dan polipropilen. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber, yaitu sintesis amonia menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi, terbuat dari platina dan rodium.

Molaritas

Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.

Konsentrasi

Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrasi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi, maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia, dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya.

Persamaan laju reaksi

Untuk reaksi kimia sebagai berikut :
aA+bB→pP+qQ{\displaystyle aA+bB\rightarrow pP+qQ}
hubungan antara laju reaksi dengan molaritas adalah
v=k[A]n[B]m{\displaystyle \,v=k[A]^{n}[B]^{m}}
dengan:
·         V = Laju reaksi
·         k = Konstanta laju reaksi
·         m = Orde reaksi zat A
·         n = Orde reaksi zat B

Diatas telah saya jelaskan beberapa materi tentang laju reaksi. Jika teman-teman ada pertanyaan bisa langsung ditanyakan pada kolom komentar dibawah ini. Dan akan saya jawab pada postingan selanjutnya. Silahkan di komentari yaa. Terimakasih :)

Presentasi Multimedia Pembelajaran Kimia Hasil Pengembangan


PRESENTASI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. 
Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sebagaiberikut :

No
Golongan Media
Contoh dalam Pembelajaran
I
Audio
Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
II
Cetak
Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
III
Audio-cetak
Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
IV
Proyeksi visual diam
Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide)
V
Proyeksi Audio visual diam
Film bingkai (slide) bersuara
VI
Visual gerak
Film bisu
VII



Audio Visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD, televise
VIII
Obyek fisik
Benda nyata, model, specimen
IX
Manusia dan lingkungan
Guru, Pustakawan, Laboran
X
Komputer
CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI (Pembelajaran berbasis komputer).[7]

Sejatinya sebuah media baik berupa media sederhana maupun multimedia dibuat untuk mempermudah kita dalam belajar, untuk membantu kita belajar karena masing-masing orang memiliki kekurangan dan kelebihan dalam belajar.  Disini saya mengubah sebuah media pembelajaran berupa power point menjadi sebuah video, karena terkadang saya tidak suka membaca ppt, akan lebih paham jika mendengarkan sekaligus melihat daripada membaca saja. Dan dengan media ini saya menjadi bisa mengulang secara terus menerus bahkan bisa hanya saya dengarkan jika sudah sering dilihat dan di pelajari.
Contoh salah satu materi yang saya angkat adalah penghitungan mengenai pH asam dan Basa. Di dalam video power point ini dimana pH menunjukan tingkat keasaman dan kebasaan suatu larutan. 
Dalam video ini memperlihatkan interval pH asam dan Basa. Dan Juga perhitungan pH asam dan Basa serta contohnya yang apabila sering diulang kita bisa cukup mendengarkan saja. Untuk melihat videonya secara lengkap silahkan klik link berikut https://youtu.be/ryrw1jxueHY

Permasalahan :
1.      Menurut anda apa kelemahan dari multimedia ini, serta jelaskan cara mengatasi hal tersebut, agar pembelajaran dapat berjalan efektif?
2.      Menurut kalian materi seperti apa yang bisa menggunakan media ini?
3.      Menurut teman-teman apa yang kurang dan perlu saya lengkapi untuk media yang saya buat ?
4. Apa saja yang menjadi elemen-elemen dari multimedia itu sendiri? Jelaskan!

Jumat, 06 April 2018

Pengembangan e-Learning Dalam Pembelajaran Kimia


Pengembangan e-Learning Dalam Pembelajaran Kimia

Beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran kimia di SMA adalah keterbatasan sumber belajar yang ada yaitu hanya dengan menggunakan buku teks, banyak terdapat konsep-konsep abstrak, lemahnya interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas, kecepatan dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda dan keterbatasan waktu yang tersedia dalam pembelajaran di  kelas.  Ken dn Middlecap (1994) mengemukakan bahwa untuk dapat memahami suatu konsep dengan utuh, kita harus mengenal konsep tersebut baik dari tingkat makroskopis maupun mikroskopisnya. Solusi yang diharapkan mampuatau dapat mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan mengembangkan bahan ajar berbasis e-learning.
            Bahan ajar yang tersedia di sekolah biasanya hanya berupa buku teks. Menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Menemgah dan Atas (2010), bahn ajar dalah segala bentuk bahan berupa seperangkat materi yng tersusun secara sistemtis untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memungkinkan siswa untuk belajar.  Menurut Depdiknas (2008), bhn ajar dapat dikembangkan dalam berbgi bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan dajn karakteritik materi yang akan disajikan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan alat bantu  media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif seperti penggunaan computer atau internet. Penggunan internet dalam prose pembelajaran  dikenal dengan istilah e-learning.

A.    Definisi e-Learning 
            e-Learning atau pembelajaran elektronik, merupakan salah satu bentuk dari aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kegiatan pembelajaran. Adapun definisi e-Learning menurut ahli :
“A broad combination of processes, content, and infrastructure to use computers and networks to scale and/or improve one or more significant parts of a learning value chain, including management and delivery.” (Adrich dalam Clark : 2010)
            Clark Adrich dalam bukunya yang berjudul “Simulations and the Future of Learning” menekankan definisi e-Learning pada kerangka berpikir penggunaan jaringan komputer. Ia menyatakan bahwa e-Learning merupakan sebuah kombinasi antara proses, materi dan infrastruktur dalam penggunaan komputer dan jaringannya dalam rangka meningkatkan kualitas pada satu atau lebih bagian signifikan dari aspek-aspek rangkaian kegiatan pembelajaran, termasuk di antaranya adalah aspek manajemen dan aspek pendistribusian materi pelajaran.
            e-Learning atau electronic learning merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Media komputer yang dimaksud di sini lebih berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet.
“E-Learning is a broad set of applications and processes which include web-based learning, computer-based learning, virtual and digital classrooms. Much of this is delivered via the Internet, intranets, audio and videotape, satellite broadcast, interactive TV, and CD-ROM. The definition of e-Learning varies depending on the organization and how it is used but basically it is involves electronic means of communication, education, and training.” (The American Society for Training and Development/ASTD: 2009)
Organisasi Masyarakat Amerika untuk Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan (The American Society for Training and Development/ASTD) memberikan definisi umum yang lebih spesifik terhadap metode maupun media yang digunakan dalam proses e-Learning. Definisi ini dimuat dalam situs web about-elearning.com. Definisi tersebut menyatakan bahwa e-Learning merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), pendidikan virtual (virtual education) dan/atau kolaborasi digital (digital collaboration). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif dan CD-ROM. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari e-Learning bisa bervariasi tergantung dari penyelenggara kegiatan e-Learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaannya.  
            e-Learning merupakan sistem pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik sebagai alat untuk membantu kegiatan pembelajaran, yang dalam arti luas mencakup pembelajaran yang dilakukan dengan media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. Secara formal misalnya berupa kurikulum, silabus, mata pelajaran, dan tes yang telah diatur sesuai jadwal oleh pihak-pihak terkait, yaitu pengelola e-Learning.
            Dengan e-Learning pembelajaran akan lebih menarik karena tampilan di layarnya bisa dibuat variatif yang menarik. Pembelajaran ini dapat juga disebut pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh Perguruan Tinggi dan biasanya perusahaan konsultan yang bergerak dibidang penyedia jasa e-Learning untuk umum. Sedang secara informal misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau web pribadi, dan perusahaan yang mensosialisasikan untuk masyarakat, dan biasanya jasa seperti ini gratis.
            Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, MAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar elektronik lain.

B.     Fungsi dan Tujuan e-Learning
1.      Fungsi e-Learning
e-Learning sebagai suatu model pembelajaran yang baru memiliki beberapa fungsi terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction). Siahaan dalam Kamil (2010), memaparkan fungsi e-Learning tersebut sebagai berikut:
a.       Suplemen; Dikatakan berfungsi sebagai suplemen atau tambahan apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran.
b.      Komplemen; Dikatakan berfungsi sebagai komplemen atau pelengkap apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis: 2002). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
c.       Substitusi; Beberapa perguruan tinggi di negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa.

2.      Tujuan e-Learning
Tujuan e-Learning adalah untuk meningkatkan daya serap dari para pembelajar atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para pembelajar, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para pembelajar sesuai dengan bidangnya masing-masing. e-Learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telepon, dan satelit. Salah satu bagian dari kegiatan e-Learning yang menggunakan fasilitas internet adalah distance learning, merupakan suatu proses pembelajaran, dimana pengajar dan pembelajar tidak ada dalam satu ruangan kelas secara langsung pada waktu tertentu; artinya kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari jarak jauh atau tidak dalam satu ruangan kelas. Hal ini memungkinkan terjadinya pembelajaran yang berkesinambungan, artinya pembelajar bisa belajar setiap saat, balk slang maupun malam hari, tanpa dibatasi waktu perternuan. Berbagai peluang tersebut diatas rnasih menghadapi berbagi tantangan baik dari kesiapan iqfrastuktur teknologi informasi, masyarakat, dan peraturan yang mendukung terhadap kelangsungan e-Learning. Dikemukakan juga sepintas mengenai peluang dan tangangan media e-Learning, seperti pada media voice mail, audiotape, audioconference, e-mail, online chat, web based education, videotape, satellite videoconference, microwave videoconference, dan cable atau broadcast television.

C.    Model-Model e-Learning
            Berdasarkan definisi dari ASTD, e-Learning bisa dibagi ke dalam empat model, yaitu:
1.      Web-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Web)
            Pembelajaran berbasis web merupakan “sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan antarmuka web” (Munir 2009:231). Dalam pembelajaran berbasis web, peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran secara online melalui sebuah situs web. Merekapun bisa saling berkomunikasi dengan rekan-rekan atau pengajar melalui fasilitas yang disediakan oleh situs web tersebut.

2.      Computer-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Komputer)
            Secara sederhana, pembelajaran berbasis komputer bisa didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran mandiri yang bisa dilakukan oleh peserta didik dengan menggunakan sebuah sistem komputer. Rusman (2009: 49) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis komputer merupakan “... program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan software komputer yang berisi tentang judul, tujuan, materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.”

3.      Virtual Education (Pendidikan Virtual)
            Berdasarkan definisi dari Kurbel (2001), istilah pendidikan virtual merujuk kepada suatu kegiatan pembelajaran yang terjadi di sebuah lingkungan belajar di mana pengajar dan peserta didik terpisah oleh jarak dan/atau waktu. Pihak pengajar menyediakan materi-materi pembelajaran melalui penggunaan beberapa metode seperti aplikasi LMS, bahan-bahan multimedia, pemanfaatan internet, atau konferensi video. Peserta didik menerima mater-materi pembelajaran tersebut dan berkomunikasi dengan pengajarnya dengan memanfaatkan teknologi yang sama.

4.      Digital Collaboration (Kolaborasi Digital)
            Kolaborasi digital adalah suatu kegiatan di mana para peserta didik yang berasal dari kelompok yang berbeda (kelas, sekolah atau bahkan negara bekerja) bersama-sama dalam sebuah proyek/tugas, sambil berbagi ide dan informasi dengan seoptimal mungkin memanfaatkan teknologi internet.

D.    Kelebihan & Kekurangan e-Learning
            e-Learning memiliki kelebihan tersendiri bila dipandang sebagai sebuah alternatif untuk model pembelajaran konvensional. Lebih lanjut, Riyana (2007: 22) menyebutkan kelebihan-kelebihan tersebut sebagai berikut:
1.      Interactivity (Interaktifitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting ataumessenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
2.      Independency (Kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
3.      Accessibility (Aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan Internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
4.      Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video streaming, simulasi dan animasi.  

Adapun kekurangan e-Learning, diantaranya:
1.      Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-Learning ini.
2.      Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
3.      Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-Learning.
4.      Bagi orang yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
5.      Materi tidak sesuai dengan umur pebelajar.
6.      Pemanfaatan hak cipta untuk tugas-tugas sekolah.
7.      Perkembangan yang tidak terprediksikan.
8.      Pengaksesan yang memerlukan sarana tambahan.
9.      Kecepatan mengakses yang tidak stabil.
10.  Kurangnya pengontrolan kualitas. 

E.     Proses Pengembangan e-Learning
            Pengembangan sebuah aplikasi e-Learning hendaknya juga diarahkan agar mampu memenuhi empat filosofi e-Learning seperti yang dikemukakan Cisco dalam Rusman (2009: 198) sebagai berikut:
1.      e-Learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan dan pelatihan secara online;
2.      e-Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi;
3.      e-Learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaancontent dan pengembangan teknologi pendidikan;
4.      Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung pada bentuk, isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar content dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada gilirannya akan memberikan hasil yang baik.

F.     Pemanfaatan e-Learning dalam Pembelajaran
1.      Media berbasis komputer
Teknologi komputer mengalami kemajuan pesat dan luar biasa, baik dari segi hardware maupu softwarenya. Seiring berkembanganya program-program serta aplikasi yang dapat dipasang, komputer memberikan kelebihan dalam berbagai bidang kegiatan pembelajaran seperti untuk produksi media slide, media gerak dan media audio visual. Kiranya dalam era sekarang ini seorang pendidik haruslah mampu menguasai teknologi komputer, meski masih dalam taraf sederhana. Teknologi komputer sangat membantu dalam menciptakan berbagai kreatifitas produksi media pembelajaran, baik berupa gerak, audio maupun visual. Berbagai macam software yang dapat digunakan antara lain Power Point, Macromedia Flash, Movie dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai materi pembelajaran baik eksak, sosial maupun materi agama selama seorang pendidik bisa menyusunnya sesuai kebutuhan dan target-target materi dan pembelajaran yang hendak dicapai, dan tentu tetap didasarkan pada pencapaian tiga ranah peserta didik berikut ini:
                    i.          Ranah Kognitif
Dalam pencapaian ranah kognitif komputer dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.
                  ii.          Ranah Afektif
Ranah afektif bisa dicapai dengan menggunakan clip, film, suara atau video yang isinya menggugah perasaan. Peserta didik diajak untuk menghayati desain yang dibuat serta mengenalisis baik gambar atau suara.
                iii.          Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik dapat dicapai dengan komputer dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.

2.      Media berbasis internet
a.       E-Mail
Elekktronic Mail atau yang lebih dikenal dengan E-Mail yang dapat diartikan “Surat Elektronik”, merupakan surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik yakni dengan menggunakan jaringan internet. Perlu diketahui bahwa pesan yang dikirim berbentuk suatu dokumen atau teks bahkan gambar, tentunya yang dapat diterima oleh komputer lain dengan sarana internet. Peserta didik dapat menggunakan e-mail untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tugas, dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pendidik di luar kegiatan belajar mengajar, dan dapat berkomunikasi lewat e-mail dengan teman-teman, guru, maupun yang lainnya. 
b.      Blog
Istilah blog merupakan kependekan dari web blog. Jika diidentifikasi dari penggalan katanya web dan log dapat diartikan sebagai “catatan perjalanan” yang tersimpan dalam website. Blog dapat dijadikan website yang berisikan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar, bahkan foto, maupun coretan warna warni yang membuatnya lebih menarik. Blog sebagai media pembelajaran setidaknya ada tiga metode yang bisa diupayakan yaitu:
1)      Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menulis materi belajar, tugas, maupun bahan diskusi di blognya kemudian murid bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut.
2)      Blog guru dan murid yang saling berinteraksi. Guru dan murid harus memiliki blog masing-masing sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
3)      Komunitas bloger pembelajar. Sebuah blog sebagai pusat pembelajaran dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut.
c.       Mesin Pencarian (Search Engine)
Search Engine adalah sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk membantu para pengguna dalam mencari apa yang diinginkan, dengan kata lain search engine dirancang khusus untuk menyimpan katalog dan menyusun daftar alamat berdasarkan topik tertentu. Mesin pencarian ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai bahan belajar dan informasi melalui media internet. Telah tersedia banyak situs search engine yang dapat digunakan untuk mencari informasi di internet, diantaranya Yahoo, bing, amazon.com, eBay, Wikipedia, Babylon, dan google. Tetapi yang sering kita gunakan adalah google, yang dapat diakses melalui http://www.google.com. Untuk melakukan pencarian informasi yang diinginkan, kita harus memasukkan kata kunci (keyword) pada kotak pencarian.

G.    Penerapan e-Learning dalam Pembelajaran
            Pembelajaran elektronik (e-Learning) telah dimulai pada tahun 1970-an. Kegiatan belajar yang bagaimanakah yang dapat dikatakan sebagai  e-Learning? Apakah seseorang yang menggunakan komputer dalam kegiatan belajarnya dan melakukan akses berbagai informasi (materi pembelajaran) dari internet dapat dikatakan telah dikatakan e-Learning?. Setidaknya ada 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-Learning), yaitu :
a.       kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (misalnya penggunaan internet)
b.      tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, misalnya CD-Room, atau bahan cetak
c.       tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta didik apabila mengalami kesulitan.
            Di samping ketiga persyaratan tersebut masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya : (a) lembaga yang mengelola kegiatan e-Learning, (b) sikap positif dari peserta didik dan pendidik/tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet,    (c) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari oleh setiap peserta didik, (d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta didik, dan (e) mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
            Ada beberapa pertimbangan untuk menggunakan e-Learning dewasa ini, antara lain :
a.       harga perangkat komputer semakin lama semakin terjangkau (tidak lagi diperlakukan sebagai barang mewah).
b.      Peningkatan kemampuan perangkat komputer dalam mengolah data lebih cepat dan kapasitas penyimpanan data semakin besar
c.       Memperluas akses atau jaringan komunikasi
d.      Memperpendek jarah dan mempermudah komunikasi
e.       Mempermudah pencarian atau penelusuran informasi melalui internet.

H.    Teknis Pelaksanaan E-Learning 
Secara garis besar, teknis pelaksanaan e-learning dapat dilakukan dengan dua cara, yakni: (1) hanya menggunakan media Web biasa, dan (2) menggunakan software khusus e-learning berbasis Web yang sering disebut dengan istilah learning management system (LMS). Pada cara pertama, materi-materi pembelajaran disajikan pada sebuah situs Web. Siapapun dapat mengakses materi secara bebas atau dibatasi dengan password (seperti model langganan majalah/ jurnal). Komunikasi bisanya dilakukan menggunakan e-mail atau forum diskusi khusus. Dalam hal ini biasanya tidak terdapat fasilitas portofolio, sehingga dosen tidak memiliki informasi siapa yang telah mengakses materi tertentu dan kapan akses dilakukan. Yang diperlukan untuk menggunakan pendekatan ini hanyalah sebuah server Web.
Pada cara kedua, selain diperlukan server Web juga diperlukan sebuah software (LMS) yang berfungsi untuk mengelola e-learning. Software (sistem) LMS biasanya mempunyai fasili tas-fasilitas yang berfungsi untuk (1) administrasi mahasiswa, (2) penyajian materi, (3) komunikasi,(4) pencatatan (portofolio), (5) evaluasi, bahkan (6) pengembangan materi. Berbeda dengan akses ke Web biasa, akses ke LMS biasanya memerlukan nama user dan password, dan biasanya hanya dosen dan mahasiswa yang terdaftar yang dapat melakukannya. Sistem LMS akan mencatat semua aktivitas yang dilakukan mahasiswa selama mereka masuk ke dalam system e-learning. Pada gambar berikut menyajikan diagram arsitektur sistem e-learning berbasis LMS (diadopsi dari Kojhani, 2004).

Gambar 1 Arsitektur Sistem E-Learning





               Gambar 2 Alur Belajar dalam Bahan Ajar Berbasis E-learning


PERMASALAHAN:
1.      apakah dengan pembelajaran e-learning siswa dapat lebih mudah belajar dan materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik?
2.      e-learning bersifat individual sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju dengan lebih cepat.lalu bagaimana dengan siswa yang tidak aktif? Dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut?
3.      apakah e-learning dapat diterapkan pada semua materi pelajaran?
4.      Bagaimana cara anda mengatasi atau meminimalisir hal yang mungkin terjadi akibat dari kekurangan e-learning yang anda buat jika anda menjadi seorang guru?